Sunday, April 27, 2014

Seandainya Saya Menjadi Caleg...



Caleg adalah singkatan dari calon anggota legislatif. Kekuasaan negara itu dibagi menjadi tiga sehingga disebut Trias Politika, yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Legislatif adalah kekuasaan untuk membuat Undang-undang (jika di Indonesia kekuasaan ini dipegang oleh DPR), eksekutif adalah kekuasaan untuk mengeksekusi UU atau menjalankan UU (dipegang oleh presiden dan jajaran pemerintah di bawahnya), sedangkan yudikatif adalah kekuasaan untuk mengadili jika ada pelanggaran terhadap UU. Jadi untuk mengisi kekuasaan di lembaga legislatif ini diperlukan orang-orang terpilih yang mewakili suatu rakyat di suatu daerah, maka diselenggarakanlah pemilu. Dan para calon yang berkeinginan menjadi anggota DPR/DPRD inilah yang kemudian dikenal sebagai caleg.

Seandainya saya menjadi seorang CALEG, saya akan menetapkan beberapa program-program yang akan saya jadikan sebagai inti pembangunan daerah yang saya pimpin. Demi memajukan kesejahteraan masyarakat dan peran saya sebagai Arsitek, saya ingin sekali membangun dan memperbaiki total segala fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, taman kota, stasiun kereta api, teminal,dll yang selama ini tidak berfungsi dengan baik. Karna itu, tentu saya terlebih dahulu harus mengupas segala permainan uang dan  kekuasaan yang ada pada bangku legislatif ini.

Lagu Pop Indonesia Tentang Indonesia



Kolam Susu -by Koes Plus
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

Makna lagu tersebut
Lagu diatas menceritakan atau menggambarkan betapa istimewa dan ajaibnya Negara kita ini (Indonesia). Negara yang dipuja karena kaya raya, melimpah berkah dari sang pencipta. Kolam susu, bercerita tentang keindahan dan kemakmuran yang sangat luar biasa. Yang memiliki tanah yang subur, pemandangan alam yang indah, sumberdaya alam yang melimpah ruah, lautan yang amat luas yang kaya akan sumberdaya laut, iklim cuaca yang ramah.
Kail dan jala cukup menghidupimu, makna dari lirik ini adalah saking Indonesia mempunyai kekayaan laut yang melimpah mempunyai berbagai macam jenis ikan dilautan atau sungai yang jumlahnya sangat banyak dan ekosistem laut yang terjaga. Sehingga sangat mudah untuk masyarakat mendapatkan ikan yang umumnya digunakan untuk di konsumsi dan juga dijual untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kemudian, Tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampirimu., maksudya adalah saking banyak dan jinaknya ikan dan uadang pun akan bersedia menghampiri manusia tanpa diundang dan ditangkap.
Tanah surga adalah tanah yang subur. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, maknanya adalah menggambarkan tentang tanah Indonesia yang sangat subur dan sangat mudah ditanami berbagai macam jenis-jenis tumbuhan, sampai-sampai tongkat dan kayu pun tumbuh menjadi tanaman untuk menghidupi manusia.

Sumber:
http://26412624.blogspot.com/
http://lirik.kapanlagi.com/artis/koes_plus/kolam_susu

Sunday, March 30, 2014

Bunga Lambang Sebuah Provinsi




http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/Bengkulu_coa.png/180px-Bengkulu_coa.pngBengkulu

 Lambang Bengkulu berbentuk perisai dengan tulisan Bengkulu. Di dalam lambang perisai, terdapat lambang bintang, cerana, rudus (senjata), bunga Rafflesia arnoldii, tangkai buah padi dan kopi.
Bintang memiliki makna Ketuhanan Yang Maha Esa. Cerana melambangkan kebudayaan yang tinggi, senjata rudus melambangkan kepahlawanan. Bunga Rafflesia arnoldii merupakan keistimewaan alam Bengkulu]]. Padi dan kopi sebagai simbol kesejahteraan. Selain itu, terdapat lukisan ombak berjulah 18 garis, daun kopi 11 lembar, bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 buah, dan setiap tangkai berjumlah 8 dimana semuanya menunjukkan tanggal 18 November 1968 (hari lahir provinsi Bengkulu).


Sumber 
http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_Bengkulu

Tokoh Wayang



TOGOG

http://wayangku.files.wordpress.com/2008/06/togog.jpgTogog adalah putra dewa yang lahir sebelum Semar, tapi karena tidak mampu mengayomi bumi maka Togog kembali ke asal lagi alias tidak jadi lahir. Dan pada waktu bersamaan lahirlah Semar.
Pada zaman kadewatan diceritakan Sanghyang Wenang mengadakan sayembara untuk memilih penguasa kahyangan dari keempat anaknya yang lahir dari sebutir telur. Lapisan-lapisan telur yakni Kulit paling luar diberi nama Batara Antaga (Togog), Kulit selaput diberi nama Batara Sarawita (Bilung) , Putih telur diberi nama Batara Ismaya (Semar) dan Kuning telur diberi namaBatara Manikmaya (Batara Guru). Untuk itu sayembara diadakan dengan cara barang siapa dari keempat anaknya tersebut dapat menelan bulat-bulat dan memuntahkan kembali Gunung Jamurdipa maka dialah yang akan terpilih menjadi penguasa kahyangan. Pada giliran pertama Batara Antaga (Togog) mencoba untuk melakukannya, namun yang terjadi malah mulutnya robek dan jadi dower karena Togog memaksakan dirinya untuk menelannya padahal mulutnya tidak muat. Giliran kedua Batara Sarawita salah menelan gunung yang sedang aktif dan mendadak meletus sebelum dia menelannya membuat seluruh tubuhnya rusak dan bopeng-bopeng. Giliran berikutnya adalah Batara Ismaya (Semar) yang melakukannya, Gunung Jamurdipa dapat ditelan bulat-bulat tetapi tidak dapat dikeluarkan lagi karena Semar tidak bisa mengunyah akibat giginya taring semua, dan jadilah Semar berperut buncit karena ada gunung didalamnya seperti dapat kita lihat pada karakter Semar dalam wayang kulit. Karena sarana sayembara sudah musnah ditelan Semar maka yang berhak memenangkan sayembara dan diangkat menjadi penguasa kadewatan adalah Sang Hyang Manikmaya atau Batara Guru, anak bungsu dari Sang Hyang Wenang.
Adapun Batara Antaga (Togog), Batara Sarawita (Bilung) dan Batara Ismaya (Semar) akhirnya diutus turun ke marcapada (dunia manusia) untuk menjadi penasihat, dan pamong pembisik makna sejati kehidupan dan kebajikan pada manusia, yang pada akhirnya Semar dipilih sebagai pamong untuk para satria berwatak baik (Pandawa) dan Togog dan Bilung diutus sebagai pamong untuk para satria dengan watak buruk.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Togog